Beranda » Pulanggeni » Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit
click image to preview activate zoom

Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit

Rp 5.500.000
Stok Tersedia
Kategori Pulanggeni
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit

Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit

Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit

Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit

Tidak semua api diciptakan untuk membakar.

Ada api yang justru menerangi jalan. Ada bara yang tidak menghanguskan, tetapi mengharumkan nama seseorang sepanjang hidupnya.

Para leluhur Jawa mengenalnya sebagai Pulanggeni. Sebuah nama yang lahir dari wewangian dupa yang perlahan membumbung ke langit. Semakin terbakar, semakin harum aromanya. Seolah mengajarkan bahwa manusia pun demikian. Semakin ditempa oleh kehidupan, semakin tampak kualitas dirinya.

Mungkin itulah sebabnya para empu memilih nama Pulanggeni. Sebab mereka memahami bahwa kehormatan bukanlah sesuatu yang diwariskan, melainkan dibangun melalui laku hidup yang baik.

Dan ketika sebilah keris ditempa dengan nama itu, sesungguhnya yang sedang diwariskan bukan hanya sebilah pusaka, melainkan sebuah pengingat agar manusia menjaga nama baiknya selama hayat masih dikandung badan.


Spesifikasi Keris

Dhapur Pulanggeni
Jenis Keris Luk 5
Pamor Keleng (Pengawak Waja)
Tangguh Estimasi Majapahit
Warangka Ladrang Gaya Solo
Gandar Iras

Pulanggeni, Ketika Nama Menjadi Warisan

Dhapur Pulanggeni merupakan salah satu dhapur keris luk lima yang memiliki bentuk bilah nglimpa, memakai ada-ada, serta gandik polos tanpa greneng. Bentuknya sederhana namun tetap memancarkan kewibawaan.

Dalam bahasa Jawa, Pulanggeni sering dimaknai sebagai dupa atau ratus. Dupa tidak dikenal karena bentuknya, melainkan karena keharuman yang ditinggalkannya. Semakin lama menyala, semakin harum aromanya memenuhi ruangan.

Filosofi inilah yang kemudian disematkan para empu kepada dhapur Pulanggeni. Bahwa manusia hendaknya meninggalkan nama baik, bukan sekadar meninggalkan jejak kehidupan. Kehormatan tidak lahir dari jabatan ataupun kekayaan, melainkan dari perilaku yang terus dijaga hingga akhir hayat.

Karena itu, banyak pecinta keris memaknai Pulanggeni sebagai simbol seseorang yang mampu menjaga martabat, tutur kata, serta tindak lakunya di hadapan sesama.


Dhapur Para Pejuang

Dalam berbagai literatur dan cerita tutur masyarakat Jawa, keris berdhapur Pulanggeni banyak dikaitkan dengan para pejuang. Konon, pada masa perjuangan kemerdekaan, Panglima Besar Jenderal Soedirman disebut selalu membawa sebilah keris Pulanggeni ketika menjalankan perang gerilya.

Terlepas dari berbagai versi yang berkembang di masyarakat, kisah tersebut menunjukkan bagaimana Pulanggeni dipandang sebagai lambang keteguhan hati, keberanian, serta kesetiaan terhadap cita-cita yang diperjuangkan.

Bagi para empu Jawa, seorang pejuang bukanlah orang yang gemar berperang, melainkan seseorang yang mampu menjaga nilai-nilai kebenaran dalam keadaan sesulit apa pun.


Pamor Keleng, Keindahan yang Tidak Meminta Dilihat

Jika sebagian besar keris memancarkan pesona melalui motif pamornya, maka keris Keleng justru memilih jalan yang berbeda.

Pamor Keleng atau sering disebut Pengawak Waja merupakan bilah yang tidak memperlihatkan pola pamor secara kasat mata. Sekilas tampilannya tampak sederhana, bahkan cenderung polos. Namun justru di situlah letak keistimewaannya.

Ia tidak mengajak mata untuk kagum, melainkan mengajak hati untuk merenung.

Dalam dunia perkerisan Jawa, Keleng menjadi simbol bahwa tidak semua keindahan harus tampak di permukaan. Ada nilai yang hanya bisa dipahami ketika seseorang bersedia melihat lebih dalam daripada sekadar penampilan.


Menep, Tentang Hati yang Mengendap

Dalam khazanah budaya Jawa dikenal sebuah istilah, menep. Kata ini menggambarkan keadaan jiwa yang tenang, tidak mudah goyah oleh gejolak kehidupan.

Para leluhur sering mengibaratkan hati seperti segelas air. Ketika terus diaduk, air akan tampak keruh. Namun ketika dibiarkan tenang, seluruh kotoran perlahan mengendap hingga air kembali jernih.

Begitu pula kehidupan manusia.

Bukan dunia yang harus selalu berubah mengikuti keinginan kita, melainkan hati kitalah yang perlu belajar menjadi tenang.

Barangkali karena itulah Pamor Keleng begitu dihormati. Ia mengingatkan bahwa kebijaksanaan lahir dari batin yang teduh, bukan dari pikiran yang gaduh.


Sebilah Pengingat

Keris Pulanggeni tidak mengajarkan bagaimana menjadi orang yang terkenal.

Ia mengajarkan bagaimana menjadi orang yang dikenang dengan baik.

Sebab pada akhirnya manusia tidak akan diingat karena apa yang dimilikinya, melainkan karena jejak yang ditinggalkannya di hati sesama.

Dan sebagaimana dupa yang terus mengharumkan ruangan hingga habis menjadi abu, demikian pula harapan para empu kepada pemilik keris Pulanggeni: semoga hidupnya membawa manfaat, meninggalkan nama baik, dan tetap harum dikenang meski waktu terus berjalan.


Catatan: Uraian mengenai dhapur, tangguh, pamor, filosofi, dan cerita budaya dalam artikel ini disusun berdasarkan literatur perkerisan serta tradisi lisan masyarakat Jawa. Makna simbolik maupun kepercayaan mengenai keris merupakan bagian dari warisan budaya Nusantara dan dapat memiliki penafsiran yang berbeda pada setiap daerah maupun penghayat budaya.

 

Keris Luk 5 Pulanggeni Majapahit

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 2 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin
● online
Admin
● online
Halo, perkenalkan saya Admin
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja