Keris Sengkelat Di Tanah Madubronto
Keris Sengkelat Di Tanah Madubronto
Keris dapur Sengkelat berdiri sebagai lambang keteguhan dan kewibawaan dalam khazanah budaya Nusantara. Bilahnya berluk, tegas dan berirama, seolah menyimpan denyut waktu yang panjang. Setiap lekuknya bukan sekadar hiasan, melainkan jejak perjalanan batin—tentang keberanian yang ditempa oleh kesabaran, dan kekuatan yang lahir dari pengendalian diri.
Ricikan yang lengkap pada dapur Sengkelat memperlihatkan kesempurnaan niat sang empu. Kembang kacang yang anggun, lambe gajah yang mantap, serta greneng yang halus, menyatu dalam harmoni bentuk dan makna. Keris ini tidak diciptakan untuk tergesa, tetapi untuk direnungi; bukan untuk menunjukkan kuasa, melainkan menegaskan tanggung jawab.
Dalam pemaknaan tradisi, Sengkelat kerap dikaitkan dengan sosok pemimpin—mereka yang tegak dalam prinsip, berani dalam keputusan, dan bijak dalam tindakan. Luk-luknya melambangkan dinamika hidup: naik dan turun, tajam dan lembut, namun selalu menuju keseimbangan.
Arti Dan ciri utama dari keris dapur sengkelat
“Dapur” dalam keris berarti tipe atau rancangan bilah.
Sengkelat termasuk dapur yang berluk (bergelombang), biasanya 13 luk (angka yang paling umum).
Ciri fisik keris Sengkelat
Bilah berluk dengan lekukan tegas dan tajam
Memiliki ricikan (bagian detail) khas, seperti:
o Kembang kacang
o Jenggot
o Lambe gajah (biasanya dua)
o Greneng
Kesan bentuknya gagah dan berwibawa
Makna simbolik (Filosofi)
Secara tradisional, keris dapur Sengkelat sering dimaknai sebagai simbol:
• Keberanian
• Kewibawaan
• Keteguhan pendirian
• Kepemimpinan yang tegas namun terkontrol
Karena itu, dapur ini dahulu sering dikaitkan dengan tokoh pemimpin atau prajurit, dalam konteks budaya dan simbolik, bukan penggunaan praktis.
Luk Sengkelat di Tanah madu Bronto.
Pagi itu, kabut masih menggantung rendah di kampung Madu Bronto. Di sebuah rumah tua berdinding kayu jati, Mbah Khasan Ngali duduk bersila menghadap kotak kayu berukir yang sudah menemani hidupnya puluhan tahun. Tangannya yang renta membuka tutup kotak itu perlahan, seakan takut mengganggu sesuatu yang sedang beristirahat.
Di dalamnya terbaring sebilah keris dapur Sengkelat.
Bilahnya berluk tiga belas, berkilau redup terkena cahaya pagi. Mbah Khasan Ngali tak pernah menganggap keris itu sebagai benda biasa. Baginya, Sengkelat adalah saksi bisu perjalanan hidup—tentang pilihan, keteguhan, dan harga dari sebuah keputusan.
Dulu, ayahnya menyerahkan keris itu bukan dengan nasihat panjang, hanya satu kalimat pendek,
“Simpeno, Le. Keris iki ora kanggo pamer, nanging kanggo ngelingke.”
Simpanlah. Bukan untuk dipamerkan, tetapi untuk mengingatkan.
Hari ini, cucunya, Surya, duduk di hadapannya. Anak itu tumbuh di zaman yang serba cepat, lebih akrab dengan layar daripada cerita. Namun matanya menatap keris itu dengan rasa ingin tahu yang jujur.
“Kenapa kerisnya berlekuk-lekuk, Mbah?” tanya Surya pelan.
Mbah Khasan Ngali tersenyum. “Iku lambang urip. Ora kabeh lurus. Ana belokan, ana tajemé. Sengkelat ngajari, yen wong kudu tetep teguh, sanajan urip ora tansah alus.”
Surya mengangguk, meski belum sepenuhnya paham. Ia hanya merasakan ada sesuatu yang hangat dalam kata-kata kakeknya.
Ketika keris itu akhirnya diserahkan ke tangan Surya, tidak ada upacara besar. Hanya angin pagi, aroma kayu tua, dan doa yang tak diucapkan keras-keras. Sengkelat berpindah tangan, bukan sebagai pusaka kebesaran, tetapi sebagai pengingat agar kelak, di mana pun Surya berdiri, ia tetap mengenali akar dirinya. Kekuatan sejati bukan pada kerasnya bilah, melainkan pada keluhuran budi yang mengendalikannya.
Di Madu Bronto yang tenang, luk-luk Sengkelat kembali berdiam. Menunggu waktu, menunggu makna, sebagaimana tradisi selalu menunggu untuk dipahami, bukan dilupakan.
Keris Sengkelat Di Tanah Madubronto
Keris Sengkelat Di Tanah Madubronto Keris dapur Sengkelat berdiri sebagai lambang keteguhan dan kewibawaan dalam khazanah budaya Nusantara. Bilahnya berluk, tegas dan berirama, seolah menyimpan denyut waktu yang panjang. Setiap lekuknya bukan sekadar hiasan, melainkan jejak perjalanan batin—tentang keberanian yang ditempa oleh kesabaran, dan kekuatan yang lahir dari pengendalian diri. Ricikan yang lengkap pada dapur… selengkapnya
Ricikan Pada Keris Dapur Tilam Upih Bentuk: Lurus. Gandik: Polos (tanpa ricikan lain). Ricikan: Hanya memiliki tikel alis dan pejetan. Ganja: Polos, tidak ada greneng (gigi-gigi kecil). Keris Tilam Upih lahir dari keheningan dan laku batin yang dalam. Namanya mengandung makna kesederhanaan sekaligus keteguhan: tilam berarti alas atau tempat berbaring, sedangkan upih adalah pelepah pinang… selengkapnya
Pulanggeni Aroma Keharuman Ratus Keris Pulang Geni merupakan salah satu pusaka yang dikenal luas dalam tradisi keris Jawa. Nama Pulang Geni secara harfiah berarti kembali ke api, yang dimaknai sebagai simbol proses pemurnian diri dan kembalinya seseorang pada asal nilai dan tanggung jawabnya. Bisa bermakna juga simbolik “ratus/dupa/kemenyan” yang melambangkan kewajiban berbuat baik agar memiliki… selengkapnya
Keris Tilam Upih Pamor Tambal Dapur keris tilam upih, salah satu dapur wajib dikoleksi sebagai keris dasar Pamor keris ini merupakan pola pamor tambal tangguh perkiraan tuban warangka keris gayaman gaya solo dengan pendok blewah
Rp 8.000.000Deskripsi Keris Pusaka Sabuk Inten Jenis keris luk 11 Pamor keris beras wutah Tangguh Mataram amangkurat Sandangan warangka ladrang pendok blewah
Rp 6.500.000Keris Sempono Tangguh Pajajaran Dapur pada postingan ini merupakan dapur Sempono luk 9 Sedang pamornya pamor beras wutah Tangguh estimasinya Pajajaran yang merupakan salah satu kerajaan tua di Pasundan Warangka Sempono menggunakan jenis gayaman gaya solo dengan pendok blewah Pada postingan sebelumnya kami menulis bagaimana filosofi keris sempono berpusat pada harapan dan cita-cita.. Mungkin pada… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Pamor Raja bala Raja Dapur keris Sempana luk 9 Pamornya jenis pamor Raja Bala Raja atau bisa juga dikenal Pandita bala Pandita Warangka terbuat dari gayaman solo dengan bahan kayu timoho Sedang untuk pendoknya memakai pendok blewah. Tangguh keris ini perkiraan blambangan Kalau dicermati gonjo pada keris ini memiliki pamor yang sebahan dari bilahnya,… selengkapnya
Rp 8.000.000Keris Tilam Upih Ibunya Keris Dapur : Tilam Upih Pamor : Brahma watu atau juga dikenal bendo Segodo Tangguh : Madura Sepuh Warangka Gayaman solo dengan bahan kayu timoho tanpa pendok. Keris Tilam Upih adalah dhapur (bentuk) keris lurus sederhana yang sangat populer di Jawa, dikenal sebagai “Ibu dari semua Keris” atau The Mother of… selengkapnya
Rp 2.500.000Keris Pulanggeni Tangguh Majapahit Dapur keris : Pulanggeni luk 5 Pamor : Ceprit Tangguh : Majapahit Warangka : Gayaman gaya jogja Pulanggeni adalah bentuk keris luk lima dengan ricikan yaitu memiliki gandik lugas, pejetan, greneng. Pada bentuk keris pulanggeni tangguh majapahit kali ini bilahnya memiliki ada-ada, bentuknya meruncing ke ujung dan secara tantingan keris-keris besutan… selengkapnya
Rp 6.000.000Diskripsi Keris Pusaka Jalak Sangu Tumpeng Dapur keris : Jalak Sangu Tumpeng Pamor Keris Ngulit Semangka Tangguh Tuban Warangka keris menggunakan gayaman solo berbahan kayu timoho dengan balutan pendok bunton Tumpeng Terakhir Di Akhir Jaman Hal-hal yang tersirat dalam dapur Jalak Sangu Tumpeng merupakan pandangan dan pegangan hidup untuk mencapai sukses dalam bekerja dan berusaha…. selengkapnya
Rp 2.200.000Keris Lurus Dapur Pasopati Dapur keris Pasopati Pamor kuta mesir, rojo gundala Tangguh estimasi Kartasura Warangka gayaman solo dengan paduan pendok blewah.. Ricikan keris pasopati memiliki dua sogokan, kembang kacang pogog, lambe gajah, jalen, tikel alis dan greneng. Keris Pasopati adalah dhapur (model) keris lurus yang sangat populer di kalangan kolektor, melambangkan kepemimpinan, perjuangan, dan… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Sempana Madura Sepuh Dapur Keris Sempana Pamornya kulit semangka Tangguh madura sepuh Warangka ladrang solo kayu timoho dengan balutan pendok blewah. Pamor pada keris sempana luk 9 sembilan ini terkesan tegas dan kaku sebagaimana menjadi ciri khas keris-keris yang bertangguh Madura. Filosofi Keris Sempono (Sempana) berpusat pada harapan, cita-cita, dan visi yang baik, berasal… selengkapnya
Rp 3.200.000Keris Langka Kebo Kantong Dapur keris Kebo/Maheso Kantong Pamornya ngulit semangka Warangka gayaman solo kayu cendana wangi dengan gandar iras Pendok blewah lawasan. Kebo atau dikenal dengan sebutan maheso banyak dijumpai dalam penamaan keris di masa lalu, ada kebo lajer, kebo giri, kebo dengen, kebo salurung dan kebo kantong sendiri, itu seenggaknya yang kami pahami….. selengkapnya
Rp 15.000.000

Saat ini belum tersedia komentar.