Pulanggeni Aroma Keharuman Ratus
Pulanggeni Aroma Keharuman Ratus
Keris Pulang Geni merupakan salah satu pusaka yang dikenal luas dalam tradisi keris Jawa. Nama Pulang Geni secara harfiah berarti kembali ke api, yang dimaknai sebagai simbol proses pemurnian diri dan kembalinya seseorang pada asal nilai dan tanggung jawabnya.
Bisa bermakna juga simbolik “ratus/dupa/kemenyan” yang melambangkan kewajiban berbuat baik agar memiliki nama harum dan dikenang, Pulanggeni bisa diartikan yang menyimbolkan bahwa dalam kehidupan ini manusia harus berusaha memiliki nama harum dg selalu berperilaku baik, menolong sesama dan mengisi hidupnya dengan hal yang bermanfaat bagi orang banyak. Bisa disimpulkan bahwa filosofi keris Pulanggeni yaitu agar pemilik keris ini senantiasa memiliki nama baik di tengah masyarakat,, dihormati dan disegani oleh semua orang serta terhindar dari segala bentuk fitnah dan kejahatan yang bisa menghancurkan reputasi dan nama baiknya.
Aroma ratus dan dupa tidak dapat digenggam, namun kehadirannya dirasakan oleh siapa pun di sekitarnya. Demikian pula perbuatan baik: tidak selalu terlihat, tidak selalu dipuji, tetapi menyebar dan menetap dalam ingatan. Pulanggeni menjadi pengingat bahwa kewajiban manusia adalah berbuat baik secara konsisten, tanpa menuntut pengakuan.
Makna “pulang” dalam Pulanggeni dimaknai sebagai kembalinya manusia pada asal nilai luhur, sedangkan “geni” bukan sekadar api, melainkan proses pembakaran ego. Seperti kemenyan yang habis terbakar demi menghasilkan keharuman, manusia pun diajak merelakan kepentingan diri agar manfaatnya dapat dirasakan orang lain.
Dengan demikian, Pulanggeni melambangkan harapan agar seseorang meninggalkan nama harum, bukan karena kedudukan atau kekuasaan, melainkan karena sikap, keteladanan, dan kebaikan yang terus dikenang meski raganya telah tiada.
Ciri-ciri Fisik
Dhapur: Pulanggeni, umumnya luk 5 (melengkung 5).
Ricikan: Memiliki kembang kacang, jalen, lambe gajah, pejetan, dan greneng (kadang ada atau tidak). Gandiknya polos dengan ukuran normal.
Pamor: Bervariasi, bisa Kulit Semangka, Sanak, Keleng, atau lainnya, seringkali dengan kesan gagah dan wingit.

Pulanggeni, Ambu Kang Tinggal
Malam itu, angin berdesir pelan di pendapa kecil Desa Ngadirejo. Di hadapan Ki Dirja, sebilah keris terbaring di atas kain mori putih. Bilahnya tegas dengan luk 5, sederhana, tanpa pamor yang mencolok. Namun namanya berat: Pulanggeni.
Ki Dirja menyalakan ratus di sudut ruangan. Asapnya tipis, naik perlahan, lalu menyebar. Ia tidak menyalakan lampu terang. Cukup temaram, cukup hening. Baginya, Pulanggeni tak pernah berdiri sendiri. Ia selalu datang bersama aroma—pengingat tentang hidup yang dibakar oleh waktu.
“Geni ora kanggo ngobong wong liya,” ucapnya lirih kepada Jatmiko, muridnya yang duduk bersila. “Geni kanggo ngobong awakmu dhewe. Supaya ambumu metu.”
Jatmiko menatap keris itu. Ia muda, cerdas, dan ambisius. Namanya mulai dikenal, tapi suaranya sering meninggi, langkahnya tergesa. Ia ingin dikenang cepat.
Ki Dirja melanjutkan, “Keris iki ora ngajari menang. Pulanggeni ngajari tinggal.” Ia menunjuk ratus yang hampir habis. “Kemenyan iku entek, nanging ambune tetep ana. Wong sing urip apik, ragane bisa ilang, nanging jenenge ora.”
Beberapa tahun berlalu. Jatmiko pergi merantau. Ia jatuh, bangkit, salah, dan belajar. Saat ia kembali ke desa, rambutnya lebih kusam, suaranya lebih tenang. Ia membawa Pulanggeni bukan di pinggang, melainkan di hati. Keris itu jarang dikeluarkan, hanya dibersihkan dengan sabar, seperti niat yang dijaga diam-diam.
Ketika Ki Dirja wafat, tidak ada ratapan panjang. Hanya ratus yang kembali dibakar di pendapa. Orang-orang menyebut namanya dengan senyum, menyebut jasanya tanpa diminta.
Jatmiko meletakkan Pulanggeni di tempat semula. Ia paham kini: keris itu bukan pusaka untuk menunjukkan diri, melainkan cermin. Selama hidup dibakar oleh kebaikan, nama akan harum dengan sendirinya.
Asap ratus naik, perlahan, lalu hilang.
Namun Pulanggeni tetap bekerja.
Tags: dupa, keharuman, pulanggeni, ratus
Pulanggeni Aroma Keharuman Ratus
Keris Sengkelat Di Tanah Madubronto Keris dapur Sengkelat berdiri sebagai lambang keteguhan dan kewibawaan dalam khazanah budaya Nusantara. Bilahnya berluk, tegas dan berirama, seolah menyimpan denyut waktu yang panjang. Setiap lekuknya bukan sekadar hiasan, melainkan jejak perjalanan batin—tentang keberanian yang ditempa oleh kesabaran, dan kekuatan yang lahir dari pengendalian diri. Ricikan yang lengkap pada dapur… selengkapnya
Pulanggeni Aroma Keharuman Ratus Keris Pulang Geni merupakan salah satu pusaka yang dikenal luas dalam tradisi keris Jawa. Nama Pulang Geni secara harfiah berarti kembali ke api, yang dimaknai sebagai simbol proses pemurnian diri dan kembalinya seseorang pada asal nilai dan tanggung jawabnya. Bisa bermakna juga simbolik “ratus/dupa/kemenyan” yang melambangkan kewajiban berbuat baik agar memiliki… selengkapnya
Ricikan Pada Keris Dapur Tilam Upih Bentuk: Lurus. Gandik: Polos (tanpa ricikan lain). Ricikan: Hanya memiliki tikel alis dan pejetan. Ganja: Polos, tidak ada greneng (gigi-gigi kecil). Keris Tilam Upih lahir dari keheningan dan laku batin yang dalam. Namanya mengandung makna kesederhanaan sekaligus keteguhan: tilam berarti alas atau tempat berbaring, sedangkan upih adalah pelepah pinang… selengkapnya
Keris Naga Liong Luk 7 Dapur keris Naga Liong bentuk dapur dengan ganan naga liong atau naga cina Pamor keleng kinatah kamarogan Tangguh Kamardikan Warangka ladrang solo dengan pendok bunton silih asih dapur naga liong merupakan bentuk naga yang diadopsi dari tiongkok dan merupakan jenis dapur baru yang menurut catatan penulis tidak ada pakem dalam… selengkapnya
Rp 3.800.000Keris Sengkelat Gonjo Sumber Jenis dapur Sengkelat, keris luk 13 Pamor Wiji timun dengan gonjo pamor sumber dan pamor winih Tangguh estimasi mataram srimanganti Warangka ladrang solo dengan bahan kayu cendana wangi bergandar iras Keris Sengkelat merupakan jenis keris luk 13 yang konon menjadi perlambang kegemaran hati rakyat kecil, yaitu dari kata sengkel ati atau… selengkapnya
Rp 12.500.000Keris Tilam Gonjo Iras Sepuh Dapur Tilam Upih gonzo iras Pamor Wengkon Isen Tangguh Perkiraan tuban jenggala Warangka gayaman solo pendok blewah Gonjo Iras yang ada pada keris tilam upih ini merupakan bentuk gonjo yang menjadi satu bagian utuh dengan bilah sejak pertama kali dibuat, pada umumnya gonjo pada sebilah keris dibuat terpisah, ada bentuk-bentuk… selengkapnya
Rp 3.300.000Keris Sengkelat Kinatah Panji Wilis Bagi Anda yang sudah berkecimpung lama dalam dunia tosan aji pastilah mengenal istilah Kinatah/Tinatah Panjiwilis, Yaitu tinatah yang hanya terdapat pada bagian gandik dan mungkin pada ganza bagian depan disebut Tinatah Panji wilis. Tinatah atau juga disebut Kinatah adalah jenis tatahan pada sebilah keris dan diberikan tambahan logam yang kelak… selengkapnya
Rp 25.000.000Keris Kala Nadhah Sepuh Langka Dapu keris Kala Nadhah Pamor Keris Kulit Semangka Tangguh perkiraan cirebon Warangka gayaman solo kayu timoho Keris kala nadah ini berukuran 40cm termasuk kategori corok, semua keris yang memiliki panjang di atas 39 cm disebut keris corok. Kala nadhah adalah jenis dapur keris yang tergolong jarang dijumpai, amat sangat jarang… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Lurus Dapur Pasopati Dapur keris Pasopati Pamor kuta mesir, rojo gundala Tangguh estimasi Kartasura Warangka gayaman solo dengan paduan pendok blewah.. Ricikan keris pasopati memiliki dua sogokan, kembang kacang pogog, lambe gajah, jalen, tikel alis dan greneng. Keris Pasopati adalah dhapur (model) keris lurus yang sangat populer di kalangan kolektor, melambangkan kepemimpinan, perjuangan, dan… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Spaner Pamor Singkir Dapur Keris Spaner Pamor Singkir banyu mili Tangguh perkiraan cirebon sepuh Warangka gayaman solo dengan pendok blewah Pamor Singkir merupakan bentuk pla pamor bergaris dari pangkal hingga ujung keris, pamor ini juga dikenal dengan istilah banyu mili. Konon Pamor singkir tercipta untuk tujuan dan harapan untuk membuang atau menyingkirkan sengkala maupun… selengkapnya
Rp 2.000.000Dapur keris kali ini Tilam upih Pamornya udan mas pola 2-1-2 Tangguhnya madiun, dikenal dengan kerisnya yang wingit Warangka ladrang solo dengan pendok blewah Pada bagian gonjo keris ini terdapat pamor sumber, pola pamor bulat-bulat seperti pada udan mas yang sudah terlihat sejak masih dalam sarung warangka. Filosofi Pamor Udan Mas (Hujan Emas) pada keris… selengkapnya
Rp 15.000.000Keris Sempono Tangguh Pajajaran Dapur pada postingan ini merupakan dapur Sempono luk 9 Sedang pamornya pamor beras wutah Tangguh estimasinya Pajajaran yang merupakan salah satu kerajaan tua di Pasundan Warangka Sempono menggunakan jenis gayaman gaya solo dengan pendok blewah Pada postingan sebelumnya kami menulis bagaimana filosofi keris sempono berpusat pada harapan dan cita-cita.. Mungkin pada… selengkapnya
Rp 3.500.000Keris Pamor Pancuran mas Dapur keris tilam upih pamor pancuran mas tangguh tuban Warangka gaya gayaman solo berbalut pendok blewah Keris Pamor Pancuran Mas adalah keris dengan motif pamor (ornamen lipatan besi) yang menyerupai pancuran air mengalir, melambangkan doa dan harapan akan kemakmuran, kekayaan, serta rezeki yang terus mengalir bagai sumber emas. Pamor ini langka… selengkapnya
Rp 3.100.000

Saat ini belum tersedia komentar.