Beranda » Brojol » Keris Brojol Tangguh Majapahit Pamor Tirto Tumetes Rojo Gundala
click image to preview activate zoom

Keris Brojol Tangguh Majapahit Pamor Tirto Tumetes Rojo Gundala

Rp 5.500.000
Stok Tersedia
Kategori Brojol
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Brojol Tangguh Majapahit Pamor Tirto Tumetes Rojo Gundala

Keris Brojol Tangguh Majapahit Pamor Tirto Tumetes Rojo Gundala


Pernahkah kita bertanya, mengapa manusia begitu merindukan kebahagiaan, padahal ketika lahir kita belum mengenal harta, jabatan, bahkan nama?

Seorang bayi lahir tanpa membawa apa pun. Tidak membawa emas, tidak membawa kedudukan, bahkan belum mengenal siapa dirinya. Namun ia datang dengan satu hal yang jauh lebih berharga: kesucian.

Semakin dewasa, manusia mulai mengumpulkan banyak hal. Ilmu, kekayaan, kehormatan, hingga ambisi. Ironisnya, semakin banyak yang dimiliki, sering kali semakin jauh pula ia dari dirinya sendiri. Hatinya dipenuhi kegelisahan, pikirannya dikuasai keinginan yang tak pernah selesai.

Lalu muncul sebuah pertanyaan yang sederhana namun sulit dijawab.
Apakah tujuan hidup ini untuk terus menambah, atau justru belajar kembali kepada keadaan saat kita pertama kali dilahirkan?

Barangkali pertanyaan itulah yang selama ratusan tahun disimpan oleh para empu melalui sebilah Keris Dhapur Brojol.


Filosofi Dhapur Brojol

Dhapur Brojol merupakan salah satu dhapur keris lurus yang paling sederhana sekaligus paling tua dalam dunia tosan aji. Bilahnya tampil tanpa kemewahan ricikan. Gandhik dibuat polos, hanya dilengkapi pejetan, sehingga keseluruhan bentuknya memancarkan kesan bersih, tenang, dan berwibawa.

Kesederhanaan tersebut bukanlah tanda kekurangan, melainkan sebuah ajaran. Dalam budaya Jawa, kata brojol berarti lahir atau keluar. Karena itu keris ini sering dihubungkan dengan doa agar segala urusan dapat berjalan lancar, baik kelahiran, perjalanan hidup, rezeki, maupun cita-cita.

Namun makna Brojol sesungguhnya jauh lebih dalam. Ia mengajak manusia untuk terus kembali kepada fitrah, sebagaimana seorang bayi yang baru lahir dalam keadaan suci, tanpa kebencian, tanpa kesombongan, dan tanpa tipu daya.

Mungkin itulah sebabnya para sesepuh dahulu menyukai Dhapur Brojol. Sebab semakin tinggi ilmu seseorang, justru semakin sederhana dirinya.


Pamor Tirto Tumetes dan Rojo Gundala

Keistimewaan keris ini tidak hanya terletak pada dhapurnya, tetapi juga pada perpaduan dua karakter pamor yang menghiasi bilahnya, yaitu Tirto Tumetes dan Rojo Gundala.

Pamor Tirto Tumetes dimaknai sebagai tetesan air kehidupan. Air selalu mengalir menuju tempat yang rendah, memberi kehidupan tanpa memilih siapa yang menerimanya. Filosofi ini mengajarkan kerendahan hati, ketekunan, serta keberkahan yang datang sedikit demi sedikit namun terus berkesinambungan.

Sementara itu, Rojo Gundala menghadirkan karakter pamor yang tegas dan berwibawa. Dalam tradisi perkerisan, pamor ini sering dimaknai sebagai simbol kewibawaan, keteguhan pendirian, serta keberanian menghadapi tantangan hidup.

Hal yang menarik perhatian saya adalah adanya pola pamor menyerupai angka delapan pada bagian atas bilah. Bentuk tersebut bukanlah ricikan, melainkan fenomena alami hasil proses tempa yang menghasilkan komposisi visual yang unik. Dalam berbagai kebudayaan, angka delapan sering dimaknai sebagai lambang kesinambungan dan keseimbangan. Terlepas dari penafsiran tersebut, kehadiran pola alami ini menjadikan bilah keris memiliki karakter yang semakin menarik untuk diamati.


Tangguh Majapahit

Berdasarkan karakter garap, proporsi bilah, serta kualitas tempaannya, keris ini ditangguhkan ke era Majapahit. Keris-keris dari masa tersebut dikenal memiliki struktur bilah yang padat, tantingan ringan, serta menunjukkan kematangan teknik penempaan para empu Nusantara.

Bagi para kolektor, tangguh Majapahit selalu memiliki daya tarik tersendiri karena dianggap sebagai salah satu puncak perkembangan teknologi tempa keris klasik.


Spesifikasi Keris

Dhapur Brojol
Tangguh Majapahit
Pamor Tirto Tumetes dan Rojo Gundala
Keunikan Terdapat pola pamor alami menyerupai angka 8 pada bagian atas bilah
Ricikan Gandhik polos dan pejetan
Warangka Gayaman Yogyakarta kayu Timoho
Pendok Bunton
Mendak Model Parijata

Penutup

Ada keris yang memukau karena kemewahan pamornya. Ada pula yang dikagumi karena ricikannya begitu lengkap. Namun Dhapur Brojol memilih jalan yang berbeda. Ia tidak berbicara melalui keramaian bentuk, melainkan melalui kesunyian.

Kesederhanaannya mengingatkan bahwa semakin jauh perjalanan hidup seseorang, seharusnya semakin dekat pula ia kepada fitrahnya.

Karena mungkin, perjalanan paling panjang dalam hidup manusia bukanlah menuju puncak kesuksesan, melainkan perjalanan pulang menuju dirinya sendiri.


Jika kita lahir dalam keadaan suci, mengapa ketika dewasa justru semakin sulit menemukan ketenangan?

 

Tags: , ,

Keris Brojol Tangguh Majapahit Pamor Tirto Tumetes Rojo Gundala

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 8 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin
● online
Admin
● online
Halo, perkenalkan saya Admin
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja