Beranda » Brojol » Keris Pamor Tejo Kinurung
click image to preview activate zoom

Keris Pamor Tejo Kinurung

Rp 4.000.000
Stok Tersedia
Kategori Brojol
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Pamor Tejo Kinurung

Keris Pamor Tejo Kinurung Keris Pamor Tejo Kinurung Keris Pamor Tejo Kinurung

Keris Pamor Tejo Kinurung Keris Pamor Tejo Kinurung Keris Pamor Tejo Kinurung

Keris Pamor Tejo Kinurung

“Tidak semua perlindungan berbentuk pagar yang tinggi.

Ada perlindungan yang justru lahir dari keteguhan hati. Dari kemampuan seseorang menjaga prinsip ketika dunia menawarkan begitu banyak jalan pintas. Semakin tinggi pohon tumbuh, semakin kuat pula angin yang menerpanya. Begitu pula manusia. Semakin besar amanah yang dipikul, semakin besar pula godaan yang datang menyertainya.

Para leluhur Jawa memahami bahwa seseorang tidak cukup hanya memiliki tujuan hidup. Ia juga membutuhkan batas agar tidak kehilangan arah.

Barangkali itulah makna yang ingin disampaikan melalui Pamor Tejo Kinurung. Sebuah garis yang tegak di tengah, dikelilingi bingkai yang utuh di sekeliling bilah. Seolah mengingatkan bahwa cita-cita setinggi apa pun akan lebih berarti apabila tetap berada dalam pagar kebijaksanaan.”


Spesifikasi Keris

Jenis Keris Lurus
Dhapur Brojol
Pamor Tejo Kinurung
Tangguh Estimasi Tuban
Warangka Gayaman Gaya Yogyakarta – Kayu Trembalo
Pendok Slorok Bunton

Brojol, Kesederhanaan yang Menjadi Awal

Dhapur Brojol merupakan salah satu bentuk keris yang paling sederhana. Ricikannya hanya terdiri atas gandik lugas dan pejetan tanpa tambahan ricikan lain. Kesederhanaan tersebut bukan menunjukkan kekurangan, melainkan memperlihatkan kemurnian bentuk yang menjadi dasar pembelajaran dunia perkerisan.

Bersama Tilam Upih, Jalak Sangu Tumpeng, dan Tilam Sari, Brojol dikenal sebagai salah satu dari empat dhapur dasar yang sering direkomendasikan bagi mereka yang mulai mengenal tosan aji.

Seperti seorang anak yang belajar berjalan sebelum berlari, memahami Brojol adalah langkah pertama untuk mengenali kekayaan bentuk dan filosofi keris Nusantara.


Tejo Kinurung, Cahaya yang Dijaga

Nama Tejo Kinurung berasal dari dua unsur pamor, yaitu Sodo Sakler dan Wengkon. Garis lurus yang membelah bagian tengah bilah berpadu dengan bingkai yang mengelilingi sisi luar keris sehingga membentuk komposisi yang sangat khas.

Dalam bahasa Jawa, tejo berarti cahaya, sedangkan kinurung dapat dimaknai sebagai sesuatu yang dilingkupi atau dijaga. Perpaduan nama tersebut menghadirkan sebuah simbol bahwa cahaya dalam diri manusia perlu dijaga agar tidak padam oleh ambisi maupun kesombongan.

Tidak berlebihan jika pamor ini menjadi salah satu karya pamor yang paling dihormati oleh para pecinta keris.


Salah Satu Pamor Rekan yang Sulit Dibuat

Berbeda dengan pamor tiban yang muncul secara alami selama proses tempa, Tejo Kinurung termasuk dalam kelompok pamor rekan, yaitu pamor yang telah dirancang terlebih dahulu oleh empu.

Tingkat kesulitannya sangat tinggi. Empu harus mampu mempertahankan garis bingkai pada seluruh sisi bilah dengan ketebalan yang seragam tanpa terputus. Pada saat yang sama, garis lurus di bagian tengah bilah juga harus tetap tegak dan proporsional dari pangkal hingga ujung.

Kesalahan sedikit saja dapat mengubah keseluruhan komposisi pamor. Karena itulah pamor ini hanya dapat dikerjakan oleh empu yang memiliki pengalaman, ketelitian, serta penguasaan teknik tempa yang tinggi.


Makna Filosofi Tejo Kinurung

Bagi masyarakat Jawa, garis lurus di tengah bilah sering dimaknai sebagai lambang keteguhan tujuan. Ia mengingatkan agar manusia berjalan pada jalan yang lurus, memiliki prinsip yang kuat, dan tidak mudah tergoda meninggalkan nilai-nilai kebaikan.

Sementara itu, bingkai yang mengelilingi bilah dipahami sebagai simbol perlindungan. Bukan semata perlindungan fisik, melainkan juga perlindungan terhadap akhlak, nama baik, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.

Dalam tradisi lisan, perpaduan kedua unsur tersebut kerap dikaitkan dengan harapan agar seseorang mampu menjaga amanah, memperoleh kepercayaan, dan tetap rendah hati ketika kedudukannya semakin tinggi.

Namun sebagaimana seluruh warisan budaya Nusantara, makna tersebut lebih tepat dipahami sebagai pengingat nilai kehidupan daripada sebagai kepastian atas perjalanan seseorang.


Sebilah Pengingat Tentang Arah Hidup

Mungkin manusia tidak pernah benar-benar kehilangan kemampuan untuk melangkah.

Yang sering hilang adalah arah.

Ketika tujuan mulai kabur, ambisi mudah mengambil alih. Ketika hati kehilangan pagar, keberhasilan pun dapat berubah menjadi kesombongan.

Di situlah Tejo Kinurung seakan berbicara tanpa suara. Garis yang tegak mengingatkan tentang tujuan. Bingkai yang mengelilingi bilah mengingatkan tentang batas.

Karena hidup bukan hanya tentang seberapa tinggi seseorang mampu mencapai puncak, tetapi juga tentang bagaimana ia tetap menjaga dirinya ketika berada di atas.

Barangkali, yang diwariskan para empu bukan hanya sebilah keris. Melainkan cara menjadi manusia.


Catatan: Uraian mengenai dhapur, pamor, tangguh, dan filosofi dalam artikel ini disusun berdasarkan literatur perkerisan serta tradisi lisan masyarakat Jawa. Makna simbolik yang berkembang merupakan bagian dari warisan budaya Nusantara dan dapat dipahami secara berbeda oleh setiap penghayat budaya.

 

Keris Pamor Tejo Kinurung

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 0 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Sidebar
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Admin
● online
Admin
● online
Halo, perkenalkan saya Admin
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja